Prediksi Crypto: 5 Indikator Penting dalam Technical Analysis/Analisis Teknikal (TA)

Fajarpos.com
Fajarpos.com
Prediksi Crypto

Moving Average Convergence Divergence (MACD)

Trading di – Bursa Saham Kripto Binance | MACD digunakan untuk menentukan momentum suatu aset dengan menunjukkan hubungan antara dua moving average. Indikator ini terdiri dari dua garis – garis MACD dan garis sinyal. Garis MACD adalah selisih antara nilai EMA periode 12 dengan EMA periode 26. Kemudian diplotkan di atas EMA periode 9 garis MACD – garis sinyal. Banyak grafik juga sering memasukkan histogram, yang menunjukkan jarak antara garis MACD dan garis sinyal. 

Dengan melihat kondisi divergen (ketika harga bergerak ke arah berbeda dengan indikator MACD), pedagang dapat mengamati kekuatan tren saat ini. Misalnya, jika harga membuat high lebih tinggi, sementara MACD membuat high lebih rendah, pasar mungkin akan segera berbalik. Apa yang dapat kita lihat dari MACD dalam kasus ini? Harga meningkat sementara momentum menurun, sehingga besar kemungkinan akan terjadi pullback atau pembalikan.

Trader juga dapat menggunakan indikator ini untuk mencari persilangan antara garis MACD dan garis sinyalnya. Misalnya, jika garis MACD memotong di atas garis sinyal, ini mungkin menunjukkan sinyal beli. Sebaliknya, jika garis MACD memotong di bawah garis sinyal, mungkin menunjukkan sinyal jual.

MACD sering dikombinasikan dengan RSI, karena keduanya mengukur momentum dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pandangan teknikal yang lebih lengkap di pasar.Ingin mempelajari lebih lanjut? Anda dapat membaca artikel kami mengenai MACD.

Stochastic RSI (StochRSI)

Stochastic RSI adalah osilator momentum yang digunakan untuk menentukan apakah suatu aset overbought atau oversold. Seperti namanya, indikator ini merupakan turunan dari RSI, karena dihasilkan dari nilai RSI, bukan dari data harga. Ini dilakukan dengan menerapkan rumus yang disebut rumus osilator Stochastic terhadap nilai RSI biasa. Pada umumnya, nilai Stochastic RSI berkisar antara 0 dan 1 (atau 0 dan 100).

Karena lebih cepat dan sensitif, StochRSI dapat menghasilkan banyak sinyal perdagangan yang mungkin sulit ditafsirkan. Secara umum, indikator ini paling banyak digunakan ketika dekat dengan nilai ekstrem atas atau bawah di dalam range. 

Nilai StochRSI di atas 0,8 biasanya dianggap overbought, sementara di bawah 0,2 dianggap oversold. Nilai 0 berarti bahwa RSI berada pada nilai terendah dalam periode yang diukur (pengaturan default biasanya 14). Sebaliknya, nilai 1 menyatakan bahwa RSI berada pada nilai tertinggi dalam periode yang diukur.

Hampir sama dengan penggunaan RSI, nilai StochRSI overbought atau oversold tidak berarti bahwa harga pasti akan berbalik. Dalam kasus StochRSI, ini hanya menunjukkan bahwa nilai-nilai RSI (dari sinilah nilai-nilai StochRSI berasal) berada di dekat nilai ekstrem saat ini. Penting juga untuk diingat bahwa StochRSI lebih sensitif daripada indikator RSI, sehingga cenderung menghasilkan lebih banyak sinyal yang salah atau menyesatkan. Ingin mempelajari lebih lanjut? Anda dapat membaca artikel kami mengenai Stochastic RSI.