Pelinus Balinal Salurkan Bantuan Dana untuk Perdamaian Antar Suku di Kota Timika Papua

Fajarpos.com
Fajarpos.com

Papua, Fajarpos Media – Wakil Bupati Puncak Papua Pelinus Balinal menghadiri kegiatan upacara perdamaian di Timika (Kwamkinarama). Kegiatan ini diadakan untuk meredam pertikaian yang muncul akibat perang antar suku.

Dalam momen tersebut, Pelinus turun langsung guna memberikan bantuan dana kepada setiap kelompok keluarga yang tengah menghadapi persiapan pengumpulan dana penyelesaian pembayaran kepala dan perdamaian.

Sejak tahun 2013, konflik antara marga Ongomang, Komangal, Murib dan Kula meletus dan berlangsung dalam rentang waktu kurang lebih 9 tahun. Masyarakat tersebut sebagian besar adalah penduduk asli kabupaten puncak yg berdomisili di Kabupaten Mimika Papua.

“Bantuan yang diberikan oleh Pemkab Puncak Papua ini, adalah bentuk keseriusan kami dalam melawan segala bentuk konflik yang ada di tanah Puncak. Lebih-lebih konflik tersebut mengancam jiwa masyarakat seperti konflik antar suku yang selama ini terjadi,” tutur Pelinus, Minggu (02/10/2022).

Selain itu, Pelinus juga menganggap bahwa kegiatan ini sudah semestinya diadakan untuk mencari titik temu dari segala persoalan tersebut.

“Konflik ini sudah menguras banyak waktu, tenaga, dan materi. Kita sudah seharusnya meninggalkan konflik atau segala hal yang nyatanya tidak membawa manfaat. Sudah bukan lagi saatnya untuk saling berperang dan menjatuhkan, melainkan harus saling merangkul dalam semangat persatuan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Pelinus selaku Wakil Kepala Daerah Kabupaten Puncak Papua berharap agar dengan upaya perdamaian perang suku tersebut bisa merajut kembali perdamaian dan persahabatan seperti sediakala.

Terakhir, dia juga meminta supaya seluruh masyarakat setelah upacara perdamaian ini, bisa kembali pulang ke kampung halaman masing-masing dan mulai beraktivitas sebagaimana biasanya.

“Saya bersama Bupati sebagai Pimpinan Daerah, terus berusaha untuk menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah Kabupaten Puncak Papua agar perang antar suku atau perang saudara seperti ini tidak terulang kembali lagi,” pungkasnya. (*)