Bahaya Polusi Udara Bagi Bayi dan Cara Mengatasinya

Fajarpos.com
Fajarpos.com
Foto: Yeni Ristanti S,ST., Bd., M.Kes

Belakangan ini menurut beberapa sumber dikatakan bahwa kondisi udara di Jakarta sangat buruk bahkan sangat memprihatinkan dan ini sangat membahayakan bagi kesehatan utamanya bayi

Menurut Yeni Ristanti S,ST., Bd., M.Kes yang masih aktif bekerja sebagai seorang bidan di salah satu instansi pemerintahan Jakarta Pusat mengatakan, bahwa polusi udara dapat mengakibatkan beberapa penyakit terutama kepada bayi biasanya ditandai dengan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut alias ISPA. ISPA dapat menimbulkan berbagai gejala dan untuk memastikan hal tersebut harus dilakukan proses diagnosa tentunya dibawa ke dokter. 

Berikut beberapa gejala umum yang biasanya dirasakan oleh pengidap ISPA, antara lain:

1. Batuk;

2. Demam;

3. Nyeri kepala;

4. Hidung tersumbat;

5. Nyeri tenggorokan atau nyeri telan;

6. Timbul gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri);

7. Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan warna kulit menjadi kebiruan;

8. Kesulitan untuk bernapas.

Apabila sudah ada gejala sebaiknya datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar segera dilakukan diagnosa dan mendapatkan pertolongan pertama. Pemeriksaan pada umumnya, diagnosis akan dimulai dengan anamnesis berupa pertanyaan seputar riwayat kesehatan serta gejala yang dialami pasien.

Kemudian, dokter akan melanjutkan pada pemeriksaan fisik, meliputi telinga, hidung dan tenggorokan untuk mengetahui adanya infeksi.

Selain itu, dokter juga melakukan pemeriksaan dengan stetoskop untuk mengecek apakah ada penumpukan cairan atau peradangan pada organ paru-paru. 

Apabila pasien mengalami gejala sesak napas, maka akan dilakukan pemeriksaan kadar (saturasi) oksigen.

Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang melalui beberapa tes berikut ini:

1. Tes laboratorium menggunakan sampel dahak pasien;

2. Melakukan tes darah;

3. Melakukan rontgen dada atau bahkan CT Scan dengan tujuan meninjau lebih jauh kondisi paru-paru pasien.

Kalo tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sangat membahayakan karena ISPA penyakit yang mudah menular. 

Namun, beberapa orang dengan beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA, yaitu:

1. Orang yang memiliki sistem kekebalan lemah, terutama anak-anak.

2. Bayi yang berada di tempat ramai;

Apabila sudah terkena ISPA sebaiknya;

1. Makan makanan yg bergizi seimbang;

2. Istirahat dengan cukup;

3. Memperbanyak minum air putih;

4. Minum lemon hangat atau madu untuk meredakan batuk;

5. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk melancarkan pernapasan;

6. Mengkonsumsi multivitamin bilaperlu.

Cara-cara di atas cukup untuk menangani ISPA ringan, namun apabila gejala yang dirasakan tidak kunjung membaik maka sebaiknya mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

(*)