Untuk Pertama Kalinya Dalam Sejarah, Tim Badminton Indonesia Gagal Raih Mendali Satu Pun Dalam Asian Games

Fajarpos.com
Fajarpos.com
Tim Badminton Indonesia

Fajarpos.com, Hangzhou – Tim Badminton Indonesia mengalami kegagalan yang sangat mengecewakan dalam Asian Games, di mana mereka tidak hanya gagal mencapai target untuk meraih tiga medali emas, tetapi juga gagal menyumbangkan medali apapun untuk kontingen Indonesia.

Setelah kekalahan tim beregu putra dan tim beregu putri di laga pertama, Tim Badminton Indonesia hanya memiliki tiga wakil yang tersisa saat ajang Asian Games memasuki babak perempat final.

Namun, ketiga wakil tersebut, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Anthony Ginting, dan Gregoria Mariska, juga tidak mampu meraih kemenangan dalam laga perempat final. Ini tentu menjadi pencapaian yang mengecewakan bagi tim badminton Indonesia dan para penggemarnya.

Fajar/Rian yang tampil di sesi pagi gagal melewati adangan juara Olimpiade, Lee Yang/Wang Chi Lin. Fajar/Rian yang merupakan unggulan pertama Asian Games kalah dua gim langsung, 19-21, 18-21.

Peruntungan Tim Badminton Indonesia tidak berubah saat pertandingan memasuki sesi sore hari. Anthony Ginting tumbang dalam duel lawan wakil tuan rumah, Li Shifeng.

Ginting kalah 13-21 di gim pertama. Setelah sempat memberikan perlawanan sengit di gim kedua, Ginting takluk dengan skor 17-21.

Gregoria Mariska lalu jadi wakil dan harapan terakhir Indonesia untuk mendapat medali dari cabang olahraga badminton. Gregoria menghadapi wakil Jepang, Aya Ohori.

Pada gim pertama, Gregoria mengalami tekanan besar dan kesulitan mengembangkan pola permainannya. Ia kalah dengan skor 10-21 di gim pertama.

Pada gim kedua, penampilan Gregoria membaik, dan ia mampu mengimbangi permainan Aya Ohori. Namun, meskipun berusaha keras, Gregoria akhirnya kalah dengan skor 19-21.

Kekalahan Gregoria ini berarti bahwa Indonesia tidak memiliki wakil di babak semifinal Asian Games. Hal ini juga membuat Tim Badminton Indonesia gagal menyumbangkan medali untuk kontingen Indonesia untuk pertama kalinya sejak Asian Games 1962, sebuah pencapaian yang sangat mengecewakan bagi tim badminton Indonesia.